Selamat Datang Di Blog Andre Rizqi Wiguna

Saturday, April 2, 2016

Perkembangan Aspek Teknolosi & Bisnis dalam game

I. Perkembangan Teknologi

Jelas kehidupan manusia saat ini berdampingan dengan teknologi. Hampir segala kebutuhan hidup kita dilayani teknologi. Hidup terasa lebih dinamis dan mudah berkat kemajuan teknologi. Segala pekerjaan kita terasa lebih efisien dan cepat berkat kata yang satu ini. Memang tidak bisa dipungkiri bahwa dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi membuat manusia sangat terbantu segala kebutuhan hidupnya. Contohnya: semua pekerjaan tanpa memanfaatkan kemajuan teknologi tentu akan terasa lebih lama dan berat. Coba kita gunakan alat-alat teknologi (misalnya: mesin-mesin, mobil, alat-alat elektronik, dll) tentu terasa lebih mudah dan ringan. Bepergian dengan mobil terasa lebih cepat dibanding berjalan kaki, komunikasi lebih cepat dengan adanya handphone, informasi bisa secepat kilat kita dapatkan berkat bantuan teknologi, dan tentu masih banyak lagi contoh positif dari kemajuan teknologi ini. Apa jadinya jika segala kebutuhan hidup kita sekarang tanpa teknologi (kembali ke jaman batu lagi donk!), saya yakin kita tidak sanggup menjalankannya. Oleh sebab itu sudah seharusnya kita memanfaatkan dengan baik kemajuan teknologi yang ada sekarang.
Walaupun kemajuan teknologi sekarang sangat pesat dan sangat membantu kebutuhan hidup manusia, namun kehadiran teknologi tidak selamanya berdampak positif. Tentu ada dampak negatifnya layaknya hukum alam, ada siang ada malam, ada positif tentu ada negatif.

Perkembangan teknologi media, termasuk di dalamnya internet, membuat video games menjadi bukan  sekedar mainan pribadi. Jauh dari perkiraan para produsennya, media kini terintegrasi dengan internet dan dimainkan oleh banyak orang. Hal ini membawa definisi yang tadinya dikenal hanya dengan nama “video games”, kini ragam baru menyebutnya “games” atau permainan yang bukan hanya dengan video saja.Video game adalah media lazim dan semakin ekspresif dalam masyarakat modern. Teknologi terkini mendukung para gamers atau pengguna video games tersambung dengan pengguna dari seluruh daerah di lintas Negara. Dengan munculnya permainan baru yang lebih mutahir, video games semakin memanjakan para pengguna. Pada saat itu, video games bukan hanya berfungsi sebagai alat hiburan, melainkan alat mencari keuntungan yaitu dengan memenangkan berbagai kompetisi atau berjudi, serta yang lainnya. 

II. Bisnis Game Era 2000-an.
Menjual game merupakan salah satu cara paling mudah untuk mendapatkan uang. Karena kita hanya perlu membuat game dan menjualnya. Kita sebagai developer akan mendapatkan uang dari setiap penjualan game. Coba tengok developer game besar seperti EA Sport dan Ubisoft. Mereka mendapatkan banyak sekali uang dari penjualan game yang dibuatnya. Kartu kredit merupakan salah satu sarana untuk membeli produk apapun di luar negeri, seperti halnya dengan game. Nah, masalahnya kartu kredit belum begitu populer di Indonesia. Sehingga pembelian menggunakan kartu kredit belum besar di Indonesia apalagi di dunia maya yang masih diragukan banyak orang.

Masalah utama dalam penjualan game ini adalah cracker (tolong koreksi apabila salah). Banyak para developer game besar merugi karena ulah para cracker yang menyebarkan versi crack dari game yang baru saja dirilis. Bahkan terkadang dalam hitungan jam di hari yang sama dengan perilisan game, versi crack sudah tersedia dan bisa di download. Developer game besar saja bisa kecolongan secepat itu, apalagi developer game kecil. Sudah susah payah membuat sebuah game, eh malah dibajak. Gak jadi dapat penghasilan bukan? Setahu saya belum ada solusi konkrit untuk masalah ini. Salah satu solusi yang masuk akal untuk mengatasi hal ini adalah merilis game gratis yang bisa di download oleh siapapun.

         Kalau gamenya gratis, terus developer game bisa mendapatkan penghasilan dari mana? Setidaknya ada dua pilihan yang bisa dijadikan opsi oleh para developer game untuk mendapatkan penghasilan dari game yang sudah mereka bagikan secara gratis. Yaitu dengan menjual item premium seperti yang ada pada game clash of clans atau dengan memasang iklan seperti yang ada pada game flappy bird.

III. Contoh Game era 2000an

Variasi game masa kini kian banyak dari game PC, game console, maupun game mobile. Masing-masing platformpun mempunyai pemain dan kompetitor yang beragam. Tertariknya orang bermain game bukan hanya tertarik dengan ceritanya, grafiknya, atau spesifikasinya tetapi juga berdasarkan tren kekinian dalam bermain game. Untuk menjadi tren kekinian, suatu game harus meraih masa yang cukup banyak untuk menjadi pemain gamenya. Bukan hanya itu, promosipun harus gencar dalam menaklukkan persaing bisnis dalam bidang game ini. 



Salah satu game yang pernah mempunyai tren kekinian adalah Clash of Clans. Game bergenre strategi ini dirilis pada agustus 2012 ini pertama dirilis untuk iOS dan disusul google play pada oktober 2013. Game ini menjadi game yang sering dimainkan dan di download oleh banyak pengguna smartphone di Indonesia.  Banyak pemain dari game ini memainkan di jalan, di rumah, di ruang terbuka, di cafĂ©, dan sebagainya. Banyak dari pemain menjadikan game ini untuk ajang berbisnis mereka sehingga menambah pendapatan pemain. 
Namun grafik pemain dari awal tahun ke akhir tahun 2015 yang lalu menunjukkan penurunan. Banyak yang pensiun atau meninggalkan game ini karena sudah mencapai level maksimal. Hal ini tentu juga mengurangi pembelian yang dilakukan pemain dalam aplikasi ini. Banyak pemain meninggalkan suatu game karena dirasa tidak ada tantangan lain dalam game ini. Tak dapat dipungkiri, game Clash of Clans bergeser dari posisi tren kekinian.  Disamping itu, penyelenggara game online mobile ini tentunya memerlukan dana yang tidak sedikit untuk membayar server dan jaringannya. Hal ini memacu suatu game online manapun untuk melakukan update atau pembaharuan dalam game tersebut.



Referensi : 
http://www.carolusjoseph.com/2013/10/pengantar-telematika-perkembangan.html

http://www.panduaji.net/2014/08/pendapatan-developer-game.html

No comments:

Post a Comment